Setiap wanita yang telah menikah pastinya menginginkan kehadiran buah hati ditengah-tengah keluarga kecil untuk menambah kehangatan keluarga. Namun tak jarang pula ada beberapa wanita yang menunda kehamilan atau mencegah kehamilan dengan berbagai alasan, meski demikian banyak cara yang dilakukan para wanita atau istri ketika usai melakukan aktivitas seksual dengan pasangan untuk menghindari kehamilan. Selain itu banyak faktor lainnya yang memicu seorang wanita atau istri menunda kehamilan atau mencegah kehamilan sampai waktu yang diinginkan.
Alasan paling umum mengapa wanita atau istri menghindari kehamilan atau menunda kehamilan yang dipengaruhi banyak faktor mulai dari segi psikologis, ekonomis dan alasan faktor lainnya, berikut alasan sederhana mengapa wanita mencegah atau sekedar menunda kehamilan, diantaranya :
1. Faktor Psikologis
Faktor psikologis, jika dilihat dari segi mental. Beberapa wanita ada yang menunda kehamilan dengan alasan masih ingin menikmati masa indah bersama pasangan sebelum hadirnya si buah hati, belum siap dengan hadirnya momongan baru ditengah keluarga kecil.
Serta alasan lainnya seperti :
- Sebagian wanita yang sudah menikah dan masih aktif bekerja, memilih menunda kehamilannya karena alasan karir yang saat ini sedang bagus dijalankan, kesibukan akan pekerjaan.
- Mental yang belum siap.
- Memberi jarak kehamilan berikutnya dengan kehamilan pertama.
- Pernah mengalami keguguran sebelumnya atau pengalaman kehamilan pertama yang membawa perubahan tubuh yang sangat drastis.
- Adanya gangguan kesehatan atau penyakit yang dialaminya.
2. Jika dilihat dari segi ekonomis
Banyak hal yang melatar belakangi mengapa wanita atau istri menunda atau mencegah kehamilan. Kemungkinan disebabkan karena ingin memberi jarak kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya, keadaan ekonomi yang dijalaninya, dll.
Adapula cara lainnya yang dilakukan wanita untuk mencegah dan menunda kehamilan ketika usai melakukan aktivitas hubungan intim dengan pasangan, berikut cara yang dilakukan para wanita atau istri untuk mecegah kehamilan usia berhubungan inti, diantaranya :
1. Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi
Mengeluarkan penis dari vagina wanita sebelum terjadi ejakulasi pada pria atau sebelum pria mengeluarkan cairan sperma di dalam lubang vagina. Cara ini memiliki tingkat keberhasilan 81-96 %. Banyak wanita yang berpikir bahwa jika pria mengeluarkan penis sebelum ejakulasi, sperma tidak akan mampu membuahi telur.
Tetapi pada sebagian pria juga dapat menghasilkan sperma ketika pra-ejakulasi. Ketika pra-ejakulasi penis pria juga dapat terangsang dan tidak menutup kemungkinan mengandung sperma yang dapat menyebabkan kehamilan.
2. Douching
Beberapa wanita ada yang melakukan douche (semprotan air obat) ke dalam vagina guna mencegah terjadinya kehamilan, namun cara ini dianggap beresiko dan salah karena akan mengakibatkan infeksi jamur pada vagina. Meski demikian douching dapat membantu membersihkan saluran vagina.
3. Tidak perlu orgasme
Ketika wanita melakukan hubungan seksual, tubuh wanita banyak mengalami perubahan selama hubugan seksual yang sedang berlangsuung, baik ketika wanita merasakan kesenangan karena memuncaknya gairah seksual atau tidak merasakan hubungan intim tersebut. Kehamilan juga dapat terjadi meski wanita tidak memiliki orgasme sekalipun.
4. Melakukan seks pada saat menstruasi
Sebuah fakta membenarkan bahwa ketika melakukan hubungan seksual disaat wanita sedang menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan itu terjadi, namun hal tersebut bukan lah menjadi suatu jaminan. Beberapa wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Adapula pendapat lainnya, bahwa melakukan hubungan seksual usai wanita mengalami siklus menstruasi dapat menyebabkan kehamilan karena pada saat itu wanita melepas sel telur pada saat ovulasi yang siap dibuahi. Hal tersebut dilatar belakangi oleh sel sperma yang dapat hidup dalam rahim wanita hingga 7 hari, meskipun melakukan hubungan seksual saat menstruasi, sel sperma akan tetap menunggu masa ovulasi berakhir.
5. Hubungan seksual pertama kali (virgin sex)
Sebuah pendapat lainnya, mengatakan bahwa seorang wanita dapat hamil ketika melakukan hubungan seksual untuk kali pertama, beberapa wanita percaya bahwa selaput dara (hymen) atau selaput tipis di pembukaan lubang vagina dapat mencegah sperma dari pemupukan sel telur. Namun hal tersebut belum tentu benar adanya, pada sebagian wanita tidak akan mengalami kehamilan yang cepat dari hubungan seksual yang pertama kali dilakukannya.
Selaput dara dalam vagina tidak hanya meregang saat kehamilan, wanita yang gemar berolahraga menunggang kuda juga akan mengalami peregangan selaput dara sebelum berhubungan intim.
6. Minum pil KB
Banyak wanita berpendapat bahwa dengan minum pil KB akan mencegah kehamilan itu terjadi, pengaruh atau efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi dengan minum pil KB akan menyebabkan bertambahnya bobot tubuh secara cepat. Menurut Feminist Womens Health Center, kemamupuan pil KB dapat mencegah kehamilan dengan tingkat keberhasilan 92-99,7 %.
Namun pil KB yang belum tentu berhasil mencegah kehamilan karena sebagian wanita ada yang salah dalam menggunakan pil KB, namun beberapa wanita tidak berpikir jika minum pil KB pada waktu yang sama setiap harinya dan sesuai dengan petunjuk yang benar, maka pil KB dapat mencegah kehamilan dengan ke-efektifan tingkat keberhasilan hingga 99 %.
Ada metode atau cara lainnya yang harus dipahami oleh seorang wanita dan pria ketika bersepekat untuk mncegah dan menunda kehamilan, yakni dengan metode ritmik. Metode ritmik adalah metode dimana sepaxsang suami-istri menghindari hubungan intim pada saat siklus masa subur wanita. Pada saat terjadi ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) pada wanita yang terjadi 14 hari dan kurang lebih 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur hanya mampu bertahan hingga 24 jam, dan sperma mampu bertahan selama 48 jam setelah melakukan hubungan intim. Proses pembuahan terjadi, apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari sebelum ovulasi dan 1 hari setelah ovulasi.
Metode ritmik ini terdiri dari :
a. Metode ritmik kalender
Merupakan metode dimana pasangan suami-istri menghindari berhubungan intim selama masa subur wanita yang berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sel sperma bertahan di dalam rahim wanita. Masa subur wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek 18) dan (siklus menstruasi terpanjang 11). Ada baiknya mencatat siklus menstruasi minimal 3 bulan terakhir dan lebih baik lagi bila dalam 6 bulan terakhir.
Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.
b. Metode lendir seviks
Merupakan metode yang cara kerjanya dengan mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Masa subur ditandai dengan ciri cairan lendir terlihat jernih, encer dan licin. Selama wanita mengalami menstruasi tidak melakukan hubungan seksual, setiap hari selama masa pre-ovulasi (berdasarkan lendir serviks) dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.
c. Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur.
Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur). Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.
- Efektivitas
- Kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita
- Keuntungan
- Tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
- Kerugian
- Angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment